Dalam Islam, keutamaan memuliakan anak yatim tidak hanya ditekankan oleh Rasulullah SAW, tetapi juga telah diajarkan oleh Al-Quran dan hadits-hadits Nabi. Ada banyak hadits Nabi yang menekankan pentingnya membantu dan memuliakan anak yatim. Salah satu hadits Nabi yang paling terkenal adalah:
“Anak yatim dan aku (Nabi Muhammad SAW) seperti dua jari ini di surga.” Kemudian, beliau menggabungkan jari-jarinya yang menandakan betapa dekatnya posisi orang yang memuliakan anak yatim dengan posisi Nabi Muhammad SAW di surga. (HR Bukhari Muslim)
Dari hadits tersebut, kita dengan jelas mengetahui bahwa memuliakan anak yatim merupakan suatu amalan yang sangat dianjurkan di dalam Islam. Selain itu, ada beberapa ayat Al-Quran yang juga menegaskan pentingnya membantu anak yatim. Berikut merupakan beberapa kutipan ayat Al-Quran yang berbicara tentang keutamaan memuliakan anak yatim:
“Maka, sesungguhnya orang-orang yang menyantuni anak-anak yatim dengan baik, maka merekalah orang-orang yang berada di dalam surga. Dan mereka terus-menerus memakan makanan yang enak yang mereka kehendaki. Dan merekalah orang-orang yang tidak berbuat boros dan tidak pula berlebih-lebihan serta senantiasa berada di tengah-tengah antara itu.” (QS Al-Dzariyat: 15-19)
Dari ayat tersebut, dijelaskan bahwa orang yang menyantuni anak yatim dengan baik pasti akan mendapatkan tempat di surga, dijaga dari kemewahan yang berlebihan, dan diakui oleh orang-orang yang sukses.
Selain itu, dalam Islam, banyak dijelaskan mengenai berbagai keutamaan yang didapatkan ketika kita memuliakan anak yatim. Beberapa keutamaan tersebut antara lain:
- Mendapatkan Kasih Sayang Allah SWT
Menurut Islam, jika kita memilihkan anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah SWT pun akan memberikan kasih sayang-Nya pada kita juga. Dengan membantu orang-orang yang membutuhkan, kita mengharapkan balasan dari Allah SWT dan kesempatan untuk mengambil kebajikan-Nya.
- Mendapatkan Perlindungan dari Allah SWT
Ketika kita memuliakan anak yatim, Allah SWT akan selalu mendampingi dan memberikan perlindungan bagi kita dan mereka. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap orang yang memberikan perlindungan bagi anak yatim pasti akan ditemani oleh seorang malaikat yang baik selama satu liqa’ dan sepanjang jarak tarikan tombak.
Makna dari hadits tersebut bahwa perlindungan Allah dan perhatian malaikat akan selalu terus mengawasi kita meski orang yang kita pertahankan atau kita bantuin itu tak seberuntung kita, dalam linden keberkahan menanti kita dan garner oleh Allah yang teramat besar.
- Mendapatkan Barokah dari Allah SWT
Ketika kita membantu anak yatim, Allah SWT akan memberikan kita keberkahan dan rezeki yang berlimpah. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:
“Dan mereka yang membelanjakan harta mereka pada malam dan pada siang hari, baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan, maka mereka mendapat upah pada sisi Tuhan mereka. Tidak ada satu kekhawatiranpun pada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah: 274)
- Mendapat Ridho Allah SWT
Dalam Islam, kita selalu berupaya memperoleh ridho Allah SWT dalam semua hal yang kita lakukan. Ketika kita membantu dan memuliakan anak yatim, maka kita akan meraih ridho Allah SWT. Tidak ada penjelasan lebih dari firman Allah SWT,
“Berbuat baiklah kepada janda-janda, orang-orang miskin dan anak-anak yatim, tetapi janganlah kamu hanya berbuat hanya karena merasa tentram bahwa orang yang kamu berikan sedikit dirimu, sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan”. (QS Al-Baqarah: 271)
- Mendapatkan Surga
Dalam Islam, berbuat baik kepada anak yatim bisa membawa kita pada pintu-pintu surga. Dalam salah satu hadits Nabi, dinyatakan bahwa Allah SWT akan memberikan tempat di surga bagi orang yang memuliakan dan membantu anak yatim.
“Barangsiapa menyantuni seorang yatim dengan memenuhinya dusnya pada malam ini, maka Allah SWT akan memenuhi dusnya, memberikan kebajikan Allah SWT di kampungnya (keluarganya), dan memberikan apapun yang ia kehendaki. Sesungguhnya, Engkau (Allah) adalah Pencukup segala-galanya, Maha Berkuasa atas semua sesuatu.” (HR Tirmidzi)
Dari hadits tersebut, jelas sekali bagaimana pentingnya kita menjadi teladan dalam kebaikan dan dalam dalam hal yang mendapat keridhoan Allah, maka kita akan merasakan surga yang tak terhingga.
- Menjadi Teladan Bagi Orang Lain
Ketika kita selalu membantu dan memuliakan anak yatim, kita menjadi contoh dan teladan bagi orang lain dalam berbuat baik. Dalam Hadits Bukhari, Nabi Muhammad SAW decision:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik kepadan orang lain, own sebaiknya kepada keluarga dosa, dan yang paling baik kepada brakes yaitu menjadi teladan kepada orang lain.”
Kesimpulannya, membantu dan memuliakan anak yatim adalan salah satu bentuk kebaikan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Ada banyak hadits dan ayat Al-Quran yang menggarisbawahi pentingnya membantu anak yatim dan menganjurkan kita untuk selalu memuliakan mereka. Oleh karena itu, mari kita selalu membantu dan merawat anak yatim sesuai dengan keyakinan agama yang kita anut, bukan hanya demi pahala dan balasan, tetapi juga untuk mencari ridho Allah SWT agar selalu berhasil di semua aspek kehidupan. Selamat menunaikan amal kebaikan.